Senin, 06 Oktober 2014
Jumat, 13 Juni 2014
Senin, 05 Agustus 2013
SMP WISATA SANUR MEMPEROLEH PENGHARGAAN TROPI ADIWIYATA MANDIRI DI TAHUN 2013
SMP Wisata Sanur sebagai
satu-satunya sekolah SMP yang terletak didaerah Pariwisata Sanur dan merupakan sekolah milik Yayasan Pembangunan Sanur (YPS). SMP Wisata
Sanur yang kini terus berkembang dan mengalami perubahan yang cukup signifikan.
Sehingga perjalanannya banyak sekali mengalami
tantangan baik secara internal maupun eksternal. SMP Wisata Sanur kini terus berbenah dan memiliki
wajah baru lebih khusus dan lebih refresentatif.
Di tahun 2013
SMP Wisata Sanur terus meningkatkan prestasi, baik dibidang akademis maupun non
akademis. Mengakhiri tahun pelajaran baru SMP Wisata Sanur
meraih prestasi dibidang lingkungan yaitu mendapatkan penghargaan Sekolah
Adiwiyata Mandiri pada tanggal 10 Juni 2013 di
Jakarta dalam memperingati hari Lingkungan Hidup. Dengan penghargaan tersebut
menjadikan motivasi untuk kita semua agar lebih maju dan
berprestasi lagi. Penghargaan tersebut merupakan
hasil dari seluruh warga sekolah yaitu SMP Wisata Sanur pada khususnya dan masyarakat sebagai pemilik pada umumnya.
Pada tanggal 8 Juni 2013 juga dilakukan Pemancangan
Slogan Gerakan Indonesia BerSeRRi Propinsi Bali bersama dengan SIKIB
(Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu) dan Tim Penggerak PKK Propinsi Bali
yang dihadiri oleh dua istri wakil menteri dan Nyonya Gubernur Bali. Pada tanggal 17 Juni 2013 juga menerima kunjungan
Studi Banding dari SMP
Negeri 4 Praya, Lombok Tengah dan pada tanggal 2 Juli 2013 juga menerima
pertukaran budaya antara OSIS SMP Negeri 13 Wonocolo, Surabaya. Dalam rangka
lomba peneliti belia Indonesia kategori SMP dan SMA/SMK Tingkat Provinsi Bali,
SMP Wisata Sanur sebagai finalis peringkat 13 se-Bali dan kini SMP Wisata Juga
akan mempersiapkan lomba penelitian ilmiah remaja (LPIR) tingkat Nasional.
Rabu, 29 Mei 2013
Rabu, 17 April 2013
TATA CARA BERPAKAIAN SAAT KE PURA SEBAGAI CIRI KHAS BUDAYA BALI YANG MENGHARGAI SENI DAN ETIKA DALAM MENGHORMATI WANITA
Sering
kita dengar akhir-akhir ini bahwa pakaian umat Hindu khususnya bagi para perempuan
Hindu jika ke pura memakai baju ke pura yang pornografi, karena kain yang
digunakan adalah kain yang transparan. Padahal jika kita telusuri pakaian
seorang perempuan Hindu yang seperti itu adalah sebuah kekuatan iman seorang
pria Hindu yang bisa dijadikan sebagai kekuatan mengekang nafsu disaat
pikirannya yang harus dituntut suci saat ke pura.
Tata
cara berpakaian ke pura sebagai perempuan Hindu adalah sebuah pikiran suci dan
bersih yang merupakan hak asasi manusia. Hak tersebut bisa berjalan dengan
baik, jika diimbangi dengan pikiran yang suci dan bersih serta dapat mengekang
hawa nafsu. Di lain pihak sering orang berpikir negatif tentang pakaian ke pura
perempuan Hindu.
Perempuan
Bali dikenal suka berpeluh, pantang berpangku tangan. Mereka pekerja tekun dan
gigih. Jika begitu sibuk wanita Bali dengan pekerjaan sehari-hari, kapan mereka
bersolek?Apakah perempuan Bali tidak senang memanjakan diri?Berhias,
mempercantik diri, merupakan kodrat perempuan. Dengan kecantikan, kemesraan dan
kemanjaan, perempuan memikat laki-laki. Setiap perempuan punya naluri
menampilkan sex appeal agar laki-laki
merubung mereka.
Perempuan
Bali menampakkan pesona kecantikannya sebagai wanita-wanita metropolitan,
gadis-gadis modern, memikat laki-laki lewat penampilan busana menggairahkan di
pesta-pesta. Mereka hadir di pub, kafe, restoran, pesta ulang tahun,
perayaan-perayaan dengan busana menggoda, yang membuat laki-laki jelalatan.
Mereka tampil seksi dengan bikini di kolam renang dan di pantai. Di
tempat-tempat ini kaum lelaki cuci mata, mencuri pandang buah dada yang
menantang atau pinggul yang padat bergoyang. Namun beda dengan pakaian ke pura
yang serba suci dan transparan karena model kebaya yang seperti itu, dengan
tidak berdampak bagi pria yang ada di pura pada saat mereka berdampingan.
Tetapi itulah Bali memberikan pesona tersendiri dan tergantung dalam pikiran
yang suci yang dimiliki orang Bali.
Apakah
perempuan Bali juga memilih kolam renang atau pantai tempat memamerkan daya
tarik seks? Jika kita pergi ke Sanur saat hari raya banyu pinaruh, ketika orang Bali mandi berenang di laut, kita tidak
bakaln menyaksikan perempuan Bali mandi berbikini. Mereka mengenakan busana
lengkap, baju t-shirt dengan kain
melilit sepinggang. Ada juga yang mengenakan celana pendek, namun tidak seorang
pun berbikini. Kebanyakan wanita Bali malu-malu mengenakan bikini. Jika ada
yang coba-coba berbikini mandi di laut, biasanya rekannya mengkritik, “Huh, dia
sudah menjadi perempuan kebarat-baratan!”.
Namun
tampil seksi, menyuguhkan kemolekan dan kecantikan, merupakan naluri perempuan
mana pun, dari seluruh lapisan dan kelas. Tidak terkecuali perempuan Bali.
Lazimnya, perempuan Bali menonjolkan sex
appeal mereka di tempat-tempat kegiatan upacara adat dan keagamaan. Jika
ada piodalan, sanak saudara atau kerabat menikah, upacara potong gigi,
merupakan kesempatan bagi perempuan Bali untuk tampil penuh pesona dan seksi.
Tentu mereka tidak menggunakan bikini, namun orang Bali selalu kreatif
menampilkan lekuk tubuh mereka kendati dengan pakaian kebaya lengkap. Mereka
mengenakan kebaya brokat transparan, sehingga kulit kelihatan remang-remang,
dan kutangnya jelas kelihatan. Maka jika kita hadir di acara-acara keagamaan di
tempat-tempat suci, ketika piodalan di pura, justru dengan leluasa bisa menatap
dada wanita Bali yang tembus pandang karena mengenakan brokat transparan.
Majalah
Sarad yang terbit di Denpasar, edisi
Maret 2000, ketika majalah itu baru berusia tiga bulan, melaporkan kegairahan
fashion kaum remaja Bali yang doyan mengenakan kebaya tembus pandang ini. Sarad
menyebutkan sebagai kebaya “jala ikan”, karena selain transparan, kebaya itu
berlobang-lobang, sehingga kutang jelas tampak. Selera kaum remaja ini kemudian
diikuti ibu-ibu di pedesaan. Yang tampak di balik kebaya transparan ini BH yang
kumal, karena sering dikenakan ketika memetik tomat dan sayur di kebun.
Belakangan
muncul kebaya dengan belahan V, yang makin berupaya menonjolkan daya tarik
payudara. Perempuan Bali ternyata tidak cukup menyuguhkan daya pikat kulit
mulus lewat kebaya transparan, juga merasa penting menampilkan tonjolan dada
dan seksi. Dan tampil seksi ini mereka lakukan di tempat-tempat suci, di pura
yang justru semestinya mereka tampil anggun, menutup aurat, sehingga laki-laki
yang melakukan persembahyangan bisa tenang, tidak tergoda daya tarik seks
wanita di sebelah menyebelah mereka.
Perempuan
Bali memang unik dan aneh. Mereka menonjolkan daya pikat tubuh, sex appeal, tidak di tempat sepantasnya.
Mereka malu berbikini di kolam renang atau pantai, namun tidak risih sedikit
pun mengenakan kebaya “jala ikan” di tempat suci. Selalu tampil seksi di tempat
suci, kini menjadi pilihan perempuan Bali, terutama kaum remaja. Tempat suci
dan acara adat keagamaan, menjadi peluang untuk menonjolkan daya pikat
kewanitaan , daya tarik seks. Tidak heran, jika banyak laki-laki yang sedang
piknik senang datang ke tempat-tempat suci untuk menonton perempuan Bali tampil
seksi. Kekaguman ketika kegiatan upacara adat dan agama tengah berlangsung,
tidak di pestaatau di pusat perbelanjaan.
Hak
berpakaian kebaya transparan bagi perempuan Bali sangat lah sesuatu yang sudah
lazim kita dapati dan merupakan sebuah kekokohan budaya yang bisa menanamkan
nafsu seorang laki-laki untuk tidak tergoda serta pakaian kebaya yang digunakan
saat ke pura adalah sebuah kepercayaan dan patut diluruskan akan keseksian
pakaian kebaya ke pura yang dianggap pornografi selama ini kebanyakan orang.
Berbusana
adalah sebuah tatanan budaya masing-masing tempat dan tujuannya sangat
ditentukan oleh masing-masing situasi dan kondisi. Selain pakaian bukan jaminan
orang untuk menilai sebuah pornografi, tetapi darimana sudut pandang kita
menilai sebuah kelayakan dan sepantasnya kita berpakaian yang berbudaya timur.
Kebaya adalah pakaian adat Hindu saat ke Pura bukanlah hal yang awam lagi,
melainkan suatu hal yang patut kita lestarikan sesuai norma dan tata susila
yang ada saat ini kita pandang sebagai hal yang sah-sah saja. Jika dilihat dari
berpakaian saja saat ke Pura bukan lah hal yang kita jadikan perguncingkan
melainkan sebagai hal introspeksi diri dan kekuatan untuk menahan nafsu untuk
berpikiran suci. Hak kita adalah sebagai budaya yang patut kita pertahankan
untuk kemajuan kita semua.
Selasa, 16 April 2013
WAJAH BARU SMP WISATA DALAM SEGUDANG PRESTASI
SMP Widya Sastra
Taruna Sanur yang akrab dipanggil SMP Wisata Sanur yang berdiri sejak tanggal
23 Januari 1967 yang bernaung di bawah Yayasan Pembangunan Sanur kini memiliki
wajah baru dalam mempersiapkan diri menuju sekolah Adiwiyata Mandiri di Tahun
2013. Nama Widya Sastra Taruna yang artinya raihlah ilmu pengetahuan selama
masih muda, ini mengandung makna bahwa generasi muda harus menuntut ilmu
sebagai bekal mengarungi hidup di kemudian hari. Dalam perjalanan banyak sekali mengalami tantangan baik secara internal
maupun eksternal. Salah satu tantangan yang paling berat yang harus
diselesaikan adalah peningkatan mutu pendidikan. Dalam dekade
bedirinya SMP Wisata Sanur diprakarsai oleh tokoh-tokoh masyarakat Sanur
melalui Yayasan Pembangunan Sanur adalah sebagai berikut :1). Ida Bagus Made Sedhana ( Tahun 1967 - 1972); 2). Ida Bagus Nyoman Sutarka (Tahun 1972 – 1976);
3). I Wayan Murda (Tahun 1976 – 1978);
4). I Nyoman Kesuma Wijaya (Tahun 1978 – 1979);
5). I Ketut Siki Yasa (Tahun 1979 – 1980);
6). I Nyoman Mandra, BA (Tahun 1980 – 1982);
7). Ida Bagus Made Sedhana (Tahun 1982 – 1996);
8). Drs. Gusi Made Raka (Tahun 1996 – sekarang). Beberapa tokoh pemakarsa tersebut kini terus membuat SMP Wisata Sanur
terus berubah dan menjadikan wajah baru sampai saat ini.
SMP Wisata Sanur
kini juga sudah terakreditasi “A” dengan SK. Akreditasi dari dinas pendidikan
pemuda dan olahraga : No.301/BAP-SM/LL/XI/2010, Tanggal 3 November 2010. Wajah
baru tersebut dimulai pembenahan fisik mulai dari gapura pintu masuk yang kini
sudah dibenahi untuk penataan artistik tata ruang lingkungan SMP Wisata Sanur
yang lebih bagus sampai kegiatan Kesiswaan yang terus berbenah untuk mendulang
prestasi akademis dan non-akademis.
Kegiatan
Kesiswaan di SMP Wisata Sanur merupakan salah satu pendukung kemajuan prestasi
akademis dan non-akademis yang ada. Di bidang akademis peningkatan mutu dilakukan dengan selalu membina siswa-siswi dalam bidang pelajaran MIPA (Matematika,
Ilmu Pengetahuan Alam), Komputer dan Bahasa Inggris yang nantinya bakal
dipersiapkan dalam lomba-lomba olimpiade. Sedangkan di bidang
akademis yang lain ditahun ini juga dipersiapkan untuk kelas IX dalam
menghadapi Ujian Nasional yang jatuh pada tanggal : 22 April 2013 dengan
mengadakan Try Out dan Lest Pengayaan secara rutin. Pelulusan tahun ini diharapkan bagi siswa kelas IX
SMP Wisata bisa lulus dengan prestasi yang membanggakan. Dari tahun
2012 sampai 2013 kini SMP Wisata Sanur mendulang prestasi yang cukup
membanggakan, salah satu diantaranya : Juara umum I Lomba ketangkasan Pramuka
di SMA Nasional Denpasar (19 Janari 2012), Juara I Lomba Teruna – Teruni Bali
Cilik (22 April 2012), Penghargaan Khusus sebagai sekolah Adiwiyata Nasional
dari Kementrian LH di Jakarta (5 Juni 2012), Peringkat 10 LT V Pramuka di Cibubur-Jakarta
(7-13 Juli 2012), Juara Umum I Lomba Marchingband on the Stage (24 Juni 2012),
Juara I Lomba Dharma Gita tingkat SMP di SMAN 3 Denpasar (29 Desember 2012) dan
Juara 3 Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat SMP Se-Bali di SMAN 1 Denpasar (15
Januari 2013). Semua prestasi yang gemilang itu tentunya berkat dukungan semua
pihak. Di tahun ini pula SMP Wisata Sanur mempersiapkan diri dalam 4 event
penting yang tidak kalah bergengsinya, yaitu PORJAR dan PSR 2013 yang
dilaksanakan pemerintahan kota Denpasar (8-13 April 2013), Lomba Sekolah
Adiwiyata Mandiri 2013 yang dilaksanakan oleh Kementrian Lingkungan Hidup Pusat
(April 2013), Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) 2013 tingkat Nasional di
Malang (Agustus 2013) dan Lomba Duta Sanitasi melalui Karya Tulis dan Poster
Ilmiah 2013 yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum bekerjasama dengan Dinas
Pendidikan, Pemuda dan Olah raga (11-12 Mei 2013 di hotel Inna Sindu Beach).
copyright dek_Ays@wisata, 2013
Sabtu, 05 Mei 2012
HARI PENDIDIKAN NASIONAL AJANG MENGUKIR PRESTASI DAN MENINGKATKAN CINTA LINGKUNGAN BAGI SMP WISATA SANUR DI TAHUN 2012
SMP Wisata Sanur mulai berbenah dan
meningkatkan mutu.
SMP
Wisata Sanur kali ini tampil beda, karena di Hari
Pendidikan Nasional sebuah anugerah buat kita semua yang patut kita syukuri,
bahwa siswa-siswi SMP Wisata Sanur banyak mengukir prestasi melalui lomba-lomba
diluar sekolah sebagai hadiah persembahan kepada Bapak Kepala Sekolah SMP
Wisata Sanur (Drs. Gusi Made Raka) yang sangat membanggakan. Pada tahun ini SMP Wisata Sanur juga ditunjuk
oleh Pemerintah Kota Denpasar untuk mewakili lomba Sekolah Adiwiyata tahun 2012 di
tingkat Propinsi.
Serangkaian
hari Pendidikan Nasional yang jatuh setiap tanggal: 2 Mei 2012 SMP Wisata Sanur
juga merayakannya dengan mengadakan beberapa perlombaan internal dengan
mengusung tema “Cinta Lingkungan” seperti Lomba Artikel Lingkungan, Lomba
Poster Lingkungan, Lomba Daur Ulang Sampah Anorganik (Recycle), Lomba Cipta
Puisi Bali Purwa dan Lomba Cipta Puisi Modern yang bertemakan lingkungan.
Dengan tema tersebut di Hari Pendidikan Nasional kita dapat menanamkan rasa
“Cinta Lingkungan” sejak dini kepada para siswa-siswi kita yang mengawali
“Bangkitnya Generasi Emas Indonesia”.
Prestasi
sebagai anugerah dan hadiah bagi SMP Wisata Sanur di tahun 2012 sebagai hadiah
di Hari Pendidikan Nasional menjadi juara umum I Lomba Pramuka Nasional Cup
III, Juara II lomba membuat Karawista dalam rangka HUT Kota Denpasar, Juara
Umum Putra-Putri Sekolah Ajeg Bali 2012 (Juara I, II dan Harapan II kategori
Putra serta Juara I kategori Putri), Juara I kejuaran Bola Voli PORJAR Kota
Denpasar, Juara III Kejuaraan Basket Putri PORJAR Kota Denpasar, Juara III
Kejuaraan Sepak Takraw Putra PORJAR Kota Denpasar dan Juara III Silat Putri,
Juara Harapan III lomba Pidarta Bahasa Bali PSR Kota Denpasar, Juara Harapan
III lomba Tari Sekar Jagat PSR Kota Denpasar, Juara Umum Teruna-Teruni Bali
Cilik 2012 (Juara I kategori putri, Juara II Kategori Putra, Juara III Kategori
Putra, Harapan II dan Harapan III Kategori Putra), Juara II Lomba Poster Lingkungan Sungai-PPLH
Bali dan Harapan III Lomba Karangan Essay berwawasan lingkungan FPMHD Se-Bali.
Semua
prestasi yang didapat berkat dukungan seluruh warga SMP Wisata Sanur terutama
Kepala Sekolah SMP Wisata Sanur, Wakasek SMP Wisata Sanur, Guru-guru,
Siswa-siswi SMP Wisata Sanur beserta Staff SMP Wisata Sanur begitu juga Biro
Pendidikan Yayasan Pembangunan Sanur beserta jajarannya.
- Artayasa
Senin, 30 April 2012
Lomba Kreatifitas Siswa dalam Menyambut Hari Pendidikan Nasional
28 April
2012, dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) yang jatuh pada tanggal 2 mei tahun 201, SMP Wisata Sanur mengadakan lomba kreatifitas bergengsi antar kelas. Adapun
lomba-lomba yang diadakan berkaitan dengan Lingkungan dan Kreatifitas Siswa Siswi SMP
Wisata sanur dalam upaya penanggulangan sampah terutama sampah Anorganik yang
sulit di uraikan. Adapun lomba-lomba yang diadakan antara lain lomba membuat
poster dengan tema lingkungan, lomba membuat hasta karya menggunakan barang
bekas, lomba puisi lingkungan dan lomba mading (Majalah Dinding).
Masing-masing
kelas mempersiapkan jagoannya untuk berlomba mewakili kelasnya masing-masing.
Sangat antusias terlihat para siswa dan siswi SMP Wisata Sanur mengikuti lomba
tersebut. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menyadarkan para siswa dan siswi
SMP Wisata sanur bahwa betapa pentingnya menjaga, melestarikan dan merawat
alam dan lingkungan kita terutama di lingkungan sekolah. Begitu banyak
hasil karya yang di hasilkan oleh siswa-siswi dalam lomba ini.
Tapi perlombaan di SMP Wisata Sanur tidak hanya sekedar berlomba. Kalau melihat perlombaan yang sering diadakan di SMP Wisata Sanur, yang terlintas di pikiran
saya adalah apa sebenarnya tujuan dari lomba tersebut. Menurut saya,
idealnya lomba itu dapat memacu sebuah kreativitas dan inovasi. Ketika
ada banyak perlombaan, maka akan banyak peserta yang mengikutinya.
Ketika banyak peserta yang mendaftar, berarti banyak karya yang
dikirimkan kepada panitia. Dari karya-karya tersebut, pastinya terdapat
unsur kreativitas dan inovasinya. Kebanyakan dari peserta lomba tersebut
mengikuti lomba hanya untuk mencari kebanggaan atau mendapatkan
hadiahnya.
Jika saja tujuan dari mengikuti lomba tersebut adalah
mendapatkan informasi dan ide untuk menambah kreativitas, maka akan
lebih ideal lagi. Di dalam sebuah perlombaan, karya dari para peserta
yang tersisih, hanya menjadi tumpukan dokumen yang disimpan oleh
panitia. Jika tim yang tersisih tersebut tidak melanjutkan ide tersebut,
maka ide yang sudah dituangkan dapat diambil oleh orang lain. Sebagai
panitia, perlombaan seperti ini juga dapat menjadi ajang untuk mencari
ide segar yang dapat dikembangkan. Maka sebaiknya, dalam sebuah
perlombaan, bukan menang kalah yang kita tuju. Tapi perlu ditambah rasa
inovasi agar kita dapat menerapkan ilmu yang kita pelajari di sekolah
kepada keluarga dan masyarakat. Seandainya seluruh peserta dari lomba tersebut
mengaplikasikan ide yang mereka buat untuk dapat digunakan, maka masalah
di sekolah yang saat-saat ini terkenal dengan kenakalan remaja dapat dibantu walau sedikit demi sedikit.
Langganan:
Postingan (Atom)



